Sore dan Keindahan yang Tak Bisa Diselamatkan
![]() |
| Sore Istri dari Masa Depan. (IMDb) |
Sore bangun setiap hari untuk hal yang sama—membuat pasangannya hidup lebih sehat, agar kelak ia tidak ditinggalkan oleh kematian yang datang terlalu cepat. Ia mencoba mengubah kebiasaan, memperbaiki hidup, menunda akhir. Namun film ini pelan-pelan mengingatkan saya bahwa ada tiga hal yang tidak bisa diubah: masa lalu, rasa sakit, dan kematian.
Di situlah saya merasa film ini paling jujur. Usaha Sore bukan kesalahan, tapi juga bukan penentu segalanya. Ia hanyalah bentuk cinta: mencoba, meski tahu batas.
Ada satu dialog yang terasa seperti ringkasan hidup itu sendiri:
“Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang ia merah merekah bahagia, kadang ia gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”
Seperti hidup, yang tidak selalu cerah, tapi tetap layak diterima.
Dan mungkin kalimat paling sunyi dalam film ini adalah:
“Kalaupun harus ngulang seribu kali pun, aku akan tetap memilih kamu".
Bukan tentang keabadian, melainkan tentang keberanian memilih cinta, meski tahu akhirnya sama.
Film ini tidak mengajarkan saya cara menghindari kehilangan. Ia mengajarkan saya cara mencintai sebelum kehilangan datang. Bahwa kita tidak diberi kuasa atas masa depan, tapi selalu diberi kesempatan untuk hadir sepenuhnya hari ini.
Seperti senja, hidup tidak perlu selalu terang untuk menjadi indah. Ia hanya perlu diterima—apa adanya.

Link playlist soundtrack Spotify: https://open.spotify.com/playlist/6SzdkLmgeaO4BbmFKpeYAr?si=u6fZNE-HRzGIVYWMoh4uow&pi=QzQ6J29STPSgE
BalasHapus