Catatan untuk yang Tidak Selesai Membaca
Tulisan ini tidak mencari tepuk tangan, hanya ingin dibaca sampai selesai, meski oleh satu orang saja.
Ada satu kalimat yang belakangan ini terasa jujur: jika tulisanmu buruk, carilah seseorang yang mau membacanya. Sebab tidak semua yang layak ditulis harus dimengerti oleh semua orang. Ada tulisan yang memang tidak lahir untuk dipuji, hanya ingin dibaca—dengan sungguh-sungguh.
Manusia sering kali keliru. Kita terlalu sibuk menyesuaikan diri dengan selera orang lain, mengikuti kata-kata yang bukan berasal dari hati sendiri. Kita belajar menjadi versi yang “diinginkan”, bukan versi yang sebenarnya. Lama-lama lelah, tapi tetap bertahan. Seolah-olah jika berhenti, kita akan kehilangan sesuatu yang sejak awal tak pernah benar-benar kita miliki.
Ada masa ketika kita terlalu disiplin menjaga diri di hadapan seseorang. Bukan karena cinta yang berlebihan, hanya karena kebiasaan menyenangkan. Kita memilih diam saat lelah, merapikan sikap tanpa diminta, dan menyebut itu semua sebagai pengertian. Sampai akhirnya kita sadari: yang ada hanyalah rasa yang dibiarkan menggantung—cukup untuk menahan, tapi tidak pernah berniat menetap.
Pada akhirnya, kita lupa bahwa yang paling mengerti diri kita adalah diri kita sendiri. Terlalu sering kita memaksa diri dipahami oleh seseorang yang bahkan tidak berusaha membaca. Seperti tulisan yang terus direvisi, bukan karena salah, tetapi karena pembacanya tak pernah benar-benar ingin mengerti.
Maka jika tulisanmu dianggap buruk, jangan terburu-buru mengubahnya. Bisa jadi ia hanya salah dibaca, atau dibaca oleh orang yang tidak pernah berniat memahami. Tidak semua tulisan harus indah di mata semua orang. Beberapa cukup jujur—dan menemukan satu pembaca yang mau membaca tanpa tergesa.
-
Mungkin tulisanku tidak buruk, hanya saja sejak awal ia dibaca oleh seseorang yang tak pernah berniat selesai membaca.
Komentar
Posting Komentar
Jika ada saran dan masukan bahkan kritikan sekalipun yang ingin anda sampaikan. Saya dengan senang hati menerima itu. Untuk saya jadikan sebagai pelajaran untuk saya pribadi. Terima kasih.