Tentang Ekspektasi, Kendali, dan Sedikit Keikhlasan

 Saya pernah melihat sebuah quote di salah satu media sosial yang mengatakan:

“Kita cuma manusia biasa, mengubah diri sendiri saja kadang kewalahan, apalagi mencoba mengubah orang lain.”

Menurut saya, kalimat itu memang benar adanya. Terkadang kita terlalu berlebihan terhadap hal-hal yang kita inginkan.

Contohnya, saya sangat suka membaca—baik buku tentang filsafat maupun artikel yang sering saya temui di mesin pencarian. Akhir-akhir ini, saya juga gemar membaca novel, entah itu bergenre romansa, aksi, atau bahkan keduanya.

Ketika saya bertemu atau berkomunikasi dengan seseorang yang saya anggap memiliki frekuensi yang sama dalam hal membaca, terkadang saya memaksanya untuk masuk ke dunia saya, atau mencoba menyamakan cara berpikir—padahal jelas bahwa kami berbeda.

Dan itu yang sering saya lupakan: saya kerap berusaha mengontrol hal-hal yang berada di luar kendali saya. Saya mencoba untuk mengubah sesuatu yang sebenarnya tidak bisa saya ubah. Walaupun saya tahu itu sia-sia, saya tetap saja mencoba dan terus mencoba. Pada akhirnya, ketika hal yang saya paksakan tidak berjalan sesuai ekspektasi, saya merasa kecewa dan berat hati.

Namun setelah saya renungi kembali, ternyata kesalahan itu sudah dimulai sejak awal. Sekarang saya mencoba belajar dan terus memahami bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa saya ubah—terutama jika itu menyangkut perasaan atau selera seseorang.

Komentar

Postingan Populer