Fiksi asmaraloka
TENTANG RASA
detik telah berlalu,
menit juga telah berlalu,
jam dinding mengingatkanku untuk beristirahat.
setiap malam yang ku ingat adalah namamu, nama yang tak pernah bertemu.
aku seperti puisi yang tak pernah kehabisan rangkaian aksara, yang setiap hari menyuarakan tentang keindahanmu.
rasaku berlabuh pada hatimu,
hati sesosok pria yang tak pernah ku temui.
kau istimewa,
kau mengajarkanku mengenai banyak hal.
suaramu indah, menentramkan jiwa.
tatapanmu hangat, seakan kita dekat.
salahkah jika hati ini memilihmu sebagai tujuan?
salahkah jika rasa ini berlabuh pada seseorang yang tak pernah bertatapan?
ku harap jika benar rasa ini telah menemukan dermaganya, aku tak dikecewakan atau bahkan mengecewekan.
-S,4 juli 2024,14:55.
Komentar
Posting Komentar
Jika ada saran dan masukan bahkan kritikan sekalipun yang ingin anda sampaikan. Saya dengan senang hati menerima itu. Untuk saya jadikan sebagai pelajaran untuk saya pribadi. Terima kasih.